Pendidikan Antikorupsi Menguatkan Karakter Peserta Didik pada Hari Terakhir Sumatif Akhir Semester Genap 2026 di SMKN 1 Tegineneng

Tegineneng, 22 Mei 2026 – Pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 di SMKN 1 Tegineneng berakhir dengan suasana yang tertib, lancar, dan penuh semangat belajar. Pada hari terakhir pelaksanaan asesmen, seluruh peserta didik secara serentak mengikuti ujian mata pelajaran Pendidikan Anti Korupsi (PAK), sebuah mata pelajaran yang memiliki peran strategis dalam membangun karakter, integritas, dan tanggung jawab generasi muda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mendukung penguatan pendidikan karakter sebagaimana menjadi salah satu fokus kebijakan pendidikan nasional. Melalui Pendidikan Anti Korupsi, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bahaya korupsi, tetapi juga memahami nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kerja keras, keberanian, dan keadilan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak pagi hari, para siswa terlihat hadir dengan persiapan yang baik dan mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan. Suasana ruang ujian berlangsung kondusif, mencerminkan tingginya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya nilai-nilai integritas dalam proses pendidikan.

Salah seorang peserta didik kelas XI Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Rahma Febriana Tasya, mengaku senang mendapatkan materi Pendidikan Anti Korupsi selama proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, materi tersebut memberikan pemahaman yang sangat penting mengenai etika dan tanggung jawab sebagai warga negara.

“Saya merasa senang mempelajari Pendidikan Anti Korupsi karena materi ini sangat bermanfaat bagi kehidupan di masa depan. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin yang diajarkan dapat menjadi bekal ketika hidup bermasyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sementara itu, guru mata pelajaran Pendidikan Anti Korupsi, Surya Agus Cahyanti, S.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran antikorupsi merupakan investasi karakter yang sangat penting bagi generasi muda. Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.

“Pendidikan Anti Korupsi memiliki peran penting dalam membentuk fondasi karakter peserta didik. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus ditanamkan sejak dini agar menjadi bekal yang kuat ketika mereka terjun ke masyarakat, dunia kerja, maupun kehidupan bernegara,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembelajaran antikorupsi di sekolah diharapkan mampu membangun budaya integritas yang tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari peserta didik.

Pada pelaksanaan ujian hari terakhir tersebut, guru pengawas Ruang 7, Mei Endang Lestari, S.A.B., menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan tata tertib yang telah ditetapkan sekolah.

“Pelaksanaan ujian berlangsung tertib, lancar, dan kondusif. Siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran yang baik terhadap nilai-nilai integritas yang selama ini ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Anti Korupsi,” ungkapnya.

Keberhasilan pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Genap Tahun 2026 menjadi salah satu indikator positif dalam penguatan budaya akademik dan pendidikan karakter di SMKN 1 Tegineneng. Selain mengukur capaian kompetensi akademik peserta didik, kegiatan asesmen juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan sportivitas dalam proses pendidikan.

Melalui pembelajaran Pendidikan Anti Korupsi, SMKN 1 Tegineneng terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki karakter yang mulia, berintegritas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang mampu berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, pendidikan karakter dan penguatan integritas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (WNH)

Kabar Sekolah Lainnya