Tegineneng, Pesawaran, 13 juli 2026 – SMK Negeri 1 Tegineneng secara resmi melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada tanggal 13–17 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut mengusung semangat pembentukan karakter, penguatan profil lulusan, pengenalan lingkungan sekolah, serta pengembangan kompetensi peserta didik baru sesuai arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (K emendikdasmen) Republik Indonesia Kegiatan MPLS dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala SMKN 1 Tegineneng Nomor 421/792/III.01.C.SMK/VII/2026 dan dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 Tegineneng, Junaina, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan seluruh guru, tenaga kependidikan, OSIS, serta berbagai mitra eksternal.
Dalam sambutannya pada upacara pembukaan, Junaina menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan momentum penting untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
“MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi merupakan proses awal pembentukan karakter, penumbuhan motivasi belajar, serta penguatan nilai-nilai Profil Lulusan yang menjadi fondasi keberhasilan peserta didik di masa depan,” ujarnya.
Hari Pertama: Menanamkan Karakter dan Cinta Sekolah


Kegiatan hari pertama, Senin (13/7), diawali dengan program Salam Sapa Murid Baru, di mana seluruh guru berdiri di gerbang sekolah untuk menyambut peserta didik baru dengan penuh kehangatan.
Setelah upacara bendera, peserta mendapatkan berbagai materi dasar, antara lain Wawasan Wiyata Mandala, Aku dan Sekolahku, Aku dan Sekitarku, serta materi Aku Anak Indonesia Hebat, Karakter Kuat. Materi tersebut bertujuan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta pemahaman terhadap budaya sekolah.
Kegiatan hari pertama ditutup dengan materi Keadaban dan Keagamaan Digital yang membekali siswa tentang etika bermedia sosial, penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, dan penguatan karakter religius di era digital.

Hari Kedua: Mengenali Potensi Diri dan Membangun Relasi Positif
Pada Selasa (14/7), peserta mengikuti Pertemuan Pagi Ceria, pemeriksaan kebugaran melalui cek denyut jantung dan tes fleksibilitas sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat.
Selanjutnya, siswa diajak mengikuti sesi Eksplorasi Diri: Menggali Potensi yang Ada, yang membantu peserta mengenali bakat, minat, dan keunggulan masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan Ruang Perjumpaan Murid Baru, sebuah forum interaktif untuk membangun komunikasi, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Materi Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, Hargai menjadi bagian penting dalam membangun budaya saling menghormati, empati, serta pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Hari Ketiga: Literasi, Asesmen, dan Kesiapsiagaan Bencana
Rabu (15/7) menjadi momentum untuk melakukan pemetaan awal kemampuan peserta didik melalui Asesmen Literasi, Numerasi, Identifikasi Bakat dan Minat, serta Kondisi Sosial-Emosional.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nawa Ismail, M.Kom., hasil asesmen ini akan menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang layanan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Selain itu, peserta memperoleh materi Membangun Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah, sebagai bagian dari penguatan budaya aman dan tangguh bencana.
Kegiatan juga diisi dengan materi Literasi Digital, yang mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, memilah informasi, serta memanfaatkan teknologi secara produktif. Sementara itu, materi Dampak Negatif Kecanduan Game Daring memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan penggunaan teknologi. Hari ketiga ditutup dengan Pengenalan Ekstrakurikuler, yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat di sekolah.
Hari Keempat: Profil Lulusan dan Pendidikan Karakter
Kamis (16/7), peserta mendapatkan materi tentang Delapan Dimensi Profil Lulusan yang menjadi arah pendidikan nasional berdasarkan kebijakan Kemendikdasmen.
Materi ini dipadukan dengan pengenalan Profil Lulusan SMK melalui konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan Pendidikan, dan Wirausaha) yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai peluang karier, pendidikan tinggi, dan kewirausahaan yang dapat ditempuh setelah lulus dari SMKN 1 Tegineneng.

Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Bhabinkamtibmas Tegineneng yang menyampaikan materi tentang Bahaya NAPZA, serta tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Tegineneng yang membahas Fenomena Sosial dan Perilaku Remaja.
Materi ASRI (Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama) menjadi penutup sesi utama dengan fokus pada kepedulian terhadap lingkungan, keberlanjutan, dan budaya hidup bersih.
Hari Kelima: Budaya Kerja dan Unjuk Karya Vokasi
Pada Jumat (17/7), peserta didik diperkenalkan dengan Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Program Keahlian, meliputi Teknik Otomotif, TJKT, MPLB, AKL, dan DKV.
Sebagai sekolah vokasi, SMKN 1 Tegineneng juga memberikan penguatan budaya industri melalui materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta penerapan budaya 5R/5S (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang menjadi standar dunia kerja dan industri.
Kegiatan puncak berupa Unjuk Karya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyaksikan berbagai hasil karya, produk pembelajaran, dan kreativitas siswa dari masing-masing program keahlian.
Kegiatan tersebut menjadi sarana inspiratif bagi peserta didik baru untuk mengenal potensi sekolah sekaligus memotivasi mereka agar berprestasi selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Tegineneng.
Selaras dengan Program Kemendikdasmen
Pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di SMKN 1 Tegineneng mencerminkan implementasi kebijakan Kemendikdasmen yang menekankan pendidikan yang berpusat pada murid, penguatan karakter, kesehatan mental, literasi digital, budaya aman, serta pengembangan kompetensi abad ke-21.
Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, humanis, dan partisipatif, sekolah berharap peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, memiliki motivasi belajar yang tinggi, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat MPLS Ramah 2026, SMKN 1 Tegineneng menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha, tetapi juga menjadi insan yang berakhlak mulia, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.




