Tegineneng, 17 Juli 2026 – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMKN 1 Tegineneng resmi mencapai hari terakhir pada Jumat (17/7). Mengusung semangat “Ramah. Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”, rangkaian kegiatan penutup difokuskan pada penguatan budaya sekolah, pengenalan budaya kerja, serta penampilan kreativitas peserta didik melalui kegiatan Unjuk Karya. Hari terakhir ini menjadi momen bagi peserta didik baru untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang telah diperoleh selama satu pekan mengikuti MPLS.
Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan diawali dengan Salam Sapa Murid Baru, di mana seluruh guru berdiri di gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan peserta didik. Penyambutan yang penuh kehangatan ini telah menjadi budaya positif selama pelaksanaan MPLS Ramah 2026 dan menjadi simbol komitmen SMKN 1 Tegineneng dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta menghargai setiap peserta didik.
Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan Pertemuan Pagi Ceria yang dipandu oleh Yohana, S.Pd. dan Doni Saputra, S.Pd. Melalui berbagai aktivitas ringan dan interaktif, siswa diajak membangun semangat, menjaga kebugaran, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan utama. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarsiswa maupun dengan para guru.
Materi berikutnya adalah Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Sekolah (Pengenalan Jurusan) yang disampaikan oleh para Ketua Jurusan TJKT, MPLB, AKL, TO, dan DKV. Dalam sesi ini peserta didik memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai karakteristik masing-masing kompetensi keahlian, budaya belajar di setiap jurusan, serta peluang karier yang dapat diraih setelah lulus. Para ketua jurusan juga memberikan motivasi agar siswa memiliki rasa bangga terhadap kompetensi keahlian yang dipilih serta terus berupaya mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Pengenalan Budaya K3 (5R/5S) yang disampaikan oleh Taufik Hidayat, S.T. dan Adam H., S.T. Peserta didik dikenalkan dengan penerapan budaya kerja industri melalui prinsip 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin, yang dikenal secara internasional sebagai konsep 5S. Materi ini menanamkan pentingnya menjaga kebersihan, keteraturan, disiplin, serta keselamatan kerja sebagai bagian dari budaya belajar di sekolah kejuruan. Penerapan budaya K3 diharapkan menjadi kebiasaan positif yang akan mendukung kesiapan peserta didik saat memasuki dunia kerja maupun praktik di laboratorium dan bengkel.
Puncak kegiatan hari terakhir MPLS adalah Unjuk Karya, yang dipandu oleh Susanti, S.Pd., Dian Amilia, S.Pd., dan Putri Winda Utami, S.Pd. Dalam kegiatan ini, peserta didik diberi kesempatan untuk menampilkan hasil kreativitas, bakat, dan kemampuan yang dimiliki, baik secara individu maupun kelompok. Berbagai penampilan seni, presentasi, permainan edukatif, hingga karya kreatif menjadi bukti bahwa peserta didik telah mulai berani menunjukkan potensi terbaik mereka.
Kegiatan Unjuk Karya tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta menghargai karya teman-temannya. Suasana penuh semangat, antusias, dan kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, mencerminkan keberhasilan MPLS dalam membangun hubungan yang positif di lingkungan sekolah.
Menjelang berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, peserta didik mengikuti sesi Refleksi, Doa, dan Penutup yang dipandu oleh Wulan Kusumawardhani, S.Pd. dan Nita Nurhayati, M.Pd.I. Pada kesempatan tersebut, peserta didik diajak merefleksikan pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama lima hari pelaksanaan MPLS Ramah. Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai penutupan kegiatan, sebagai awal perjalanan baru para peserta didik di SMKN 1 Tegineneng.
Dengan berakhirnya MPLS Ramah 2026, SMKN 1 Tegineneng berhasil menyelenggarakan masa pengenalan lingkungan sekolah yang edukatif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Selama lima hari, peserta didik baru tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan sekolah dan kompetensi keahlian, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai karakter, budaya sekolah, kesehatan, literasi digital, keselamatan kerja, kepedulian sosial, serta motivasi untuk terus berkembang.
Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi peserta didik dalam menjalani proses pembelajaran di SMKN 1 Tegineneng. Dengan semangat “Unggul, Produktif, dan Membanggakan”, sekolah optimis seluruh peserta didik baru akan tumbuh menjadi lulusan yang berkarakter, kompeten, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.





