Tegineneng, 21 Juli 2026 – SMK Negeri 1 Tegineneng menyelenggarakan kegiatan Perencanaan dan Pengembangan Produk/Jasa serta Analisis Sumber Daya sebagai bagian dari implementasi pembelajaran Teaching Factory (TEFA), Sekolah Model PM, dan KKA. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh guru lintas program keahlian dan dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 Tegineneng, Junaina, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan pengantar yang menegaskan pentingnya transformasi pembelajaran berbasis industri. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang produk dan jasa yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus memperkuat budaya inovasi di lingkungan sekolah.
Pada sesi pertama, peserta mengikuti kegiatan Bedah Peluang Pasar dan Pemetaan Produk yang menghadirkan praktisi dari Percetakan Ikhsan. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai tren produk dan jasa terkini, standar kualitas industri, serta penyusunan Business Model Canvas (BMC) sebagai instrumen untuk mengidentifikasi peluang pengembangan produk sekolah. Hasil utama dari sesi ini adalah tersusunnya identifikasi produk potensial yang dapat dikembangkan melalui pendekatan Teaching Factory.
Sesi berikutnya difokuskan pada Workshop Perancangan Pengembangan Produk, di mana peserta secara kolaboratif menyusun strategi inkubasi dan inovasi produk berdasarkan sembilan elemen dalam Business Model Canvas. Melalui diskusi kelompok, peserta menghasilkan rancangan awal pengembangan produk yang mempertimbangkan kebutuhan pasar, sumber daya sekolah, dan keberlanjutan usaha.
Setelah jeda istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan Analisis Cakupan Kompetensi. Pada sesi ini, peserta melakukan kajian terhadap standar kompetensi dan kualifikasi keahlian yang dibutuhkan oleh dunia industri. Analisis tersebut bertujuan memastikan bahwa produk dan jasa yang dikembangkan sekolah sejalan dengan kompetensi peserta didik dan tuntutan pasar kerja yang terus berkembang.
Pada sesi siang hari, peserta melaksanakan Analisis Sumber Daya, meliputi kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, peralatan praktik, serta potensi kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Analisis ini menjadi dasar dalam menentukan strategi implementasi Teaching Factory yang realistis dan berkelanjutan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Pleno dan Finalisasi Dokumen Luaran, di mana setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan yang telah disusun. Tim dari Percetakan Ikhsan memberikan masukan dan umpan balik terhadap dokumen yang dihasilkan sehingga diperoleh rancangan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan industri.
Sebagai penutup, seluruh peserta melaksanakan penandatanganan berita acara dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai komitmen bersama dalam mengimplementasikan hasil kegiatan ke dalam program sekolah. Dokumentasi dan foto bersama menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung secara aktif dan partisipatif.
Kepala SMKN 1 Tegineneng, Junaina, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan penguatan pembelajaran berbasis dunia kerja melalui Teaching Factory. Menurutnya, pengembangan produk dan jasa yang terencana akan meningkatkan relevansi pembelajaran vokasi, memperkuat kompetensi peserta didik, serta membuka peluang kemitraan yang lebih luas dengan dunia industri.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Tegineneng menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem pembelajaran vokasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, produktif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha.(WNH).







